Rabu, 23 Agustus 2017

day 11

hari ke-11 Rabu, 24 Agustus 2017

Memasuki hari ke-11 proyek keluarga dan hari ke-4 proyek kedua kami menghafal asmaul husna.

Pulang dari kantor menjelang maghrib, anak-anak menyambut saya seperti biasa. Mbak Dina yang ingin segera menceritakan kegiatannya hari itu langsung saja berbicara, padahal saya masih pake jaket, menenteng tas dan memakai helm. Saya pun minta waktu sebentar untuk membereskan pernak-pernik perjalanan. Kemudian, saya menemani Dina di shofa, menanyakan bagaimana hari-harinya disekolah. Dina bersemangat cerita bahwa tadi pas pelajaran olahraga, diajari menggantung dan dia berhasil menjadi yang paling lama. Temennya Aurel yang capaian waktunya masih dibawahnya mengeluh tangannya saki dan pegal, sementara dia tidak. Saya pun memotivasi Dina untuk menjadi anak yang kuat. Sementara, Fahmi sibuk menyapa kucingnya dideket pintu. Kucing itu biasa dia kasih makan sehingga begitu pintu dibuka langsung mendekat ke rumah kami. Setelah Dina puas bercerita, saya minta ijin untuk mandi.
Selesai mandi, saya ajak anak-anak untuk shalat. Shalat maghrib kami waktu itu diwarnai tangisan Fahmi karena dia minta bermain bola dan saya tidak boleh shalat. Saya tetap memutuskan untuk shalat terlebih dahulu. Kejadian yang lucu yang terekam saat itu adalah walaupun Fahmi melarang saya shalat dan merbut sajadah yang saya pakai, namun ketika saya tidak bergeming dan tetap shalat, Fahmi akhirnya memasangkan sajadah itu untuk saya. Maafkan bunda ya nak, satu hal yang ingin bunda ajarkan adalah shalat ibadah utama kita dan harus selalu kita prioritaskan. Bunda tahu, dengan engkau memasangkan sajadah itu, telah ada dalam hati kecilmu pemikiran bahwa shalat itu penting dan semoga itu membekas dan bisa menjadi pondasi yang kokoh untuk masa depanmu.
Shalat maghrib saya kerjakan tanpa shalat sunnah karena minta ijin Fahmi tidak diberi. Setelah membereskan mukena, saya pun menemaninya bermain bola sambil mengecek hafalan Dina. Selesai hafalan, dilanjutkan dengan menghafal asmaul husna. Masih sambil bermain bola, hafalan saya bertambah sebanyak 8 asmaul husna. Dilanjutkan dengan membacakan buku asmaul husna dengan tema Ar Rahim. Disitu dijelaskan perbedaan Ar Rahman dan Ar Rahim. Karena Dina sudah memperolehnya di sekolah, saya tunjukkan saja bahwa apa yang dia pelajari disekolah sama dengan yang ada di buku. Sementara Fahmi memberi tanggapan sesuai bahasa polos anak-anak. Allah Maha Baik ya bun?Kenapa Baik bun?Kalau tak baik bagiaman bun? Dan akhir dari pertanyaannya adalah Fahmi sayang Allah. Allah kan baik ya bun. love you so much my child ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Selasa, 22 Agustus 2017

Day 10

Tantangan hari ke-10, Selasa 22 Agustus 2017

Alhamdulillah, setelah dua hari sebelumnya proyek menghafal Asmaul Husna belum terlaksana, di hari ke 10 tantangan game 10 hari yang merupakan hari ke-3 pelaksanaan proyek menghafal asmaul husna, proyek ini berjalan dengan menyenangkan. Selesai shalat maghrib, saya mengingatkan Dina akan proyek tersebut. Dina pun bersemangat mengajari saya menghafal Asmaul Husna dengan menyenandungkannya sebagaimana dia diajari disekolah. Ketika saya bersenandung tersebut, Fahmi ternyata ikut-ikutan karena memang dia sudah hafal duluan. Wah...jadi malu nih bundanya. Kemarin, saya berhasil menghafal sebanyak 19  nama-nama Allah dari Ar Rahman hingga As Sami'. Selesai menghafal, saya membacakan buku Asmaul Husna untuk anak-anak. Bukunya warna-warni dan bahasanya pas sekali dengan anak-anak. Disaat saya membuat narasi ini, saya sedang berada dikantor dan lupa judul bukunya. Yang saya bacakan kemarin adalah pengertian dari Ar Rahman. Allah maha Pengasih. Dibuku itu digambarkan bagaimana Allah mengasihi semua makhluknya dengan memberikan banyak sekali kenikmatan. Dan sungguh yang membuat saya bahagia sekali, Fahmi yang biasanya berlarian ke sana kemari mau duduk dipangkuan saya sambil mendengarkan dan melihat-lihat halaman yang saya baca. Alhamdulillah. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi keluarga kami dalam membiasakan budaya membaca.

Senin, 21 Agustus 2017

Day 9

Tantangan hari ke-9 Senin, 21 Agustus 2017

Di hari ke sembilan tantangan sepuluh hari ini dan merupakan hari kedua proyek menghafal asmaul husna, proyek belum berjalan lagi. hiks...hiks...Dina yang tugasnya menjadi pengajar malah sakit. Semalam dia sempat muntah sekali. Saya kira tidak berlanjut. Tadi pagi saya di WA Wali Kelas untuk menjemput Dina karena dia muntah lagi di sekolah dan badannya lemes. Saya pun meluncur dari kantor ke sekolah Dina yang jaraknya kurang lebih 8 KM. Sesampai dirumah, saya memantau kondisi Dina. Saya minumin dia tolak angin cair karena sepertinya dia masuk angin dan telat makan ketika kemarin ikut arisan. Tak berapa lama kemudian, Dina bilang neg dan muntah lagi. Langsung deh buat oralit dan meminta Dina untuk minum. Dina saya suruh berbaring saja di sofa untuk istirahat.

Sambil sesekali memantau keadaan Dina, Saya melayani Fahmi yang minta bermain bola. Rumah kami sudah biasa menjadi ajang main bola.he..he...(terbayang kan bagaimana kondisinya). Sampai pukul 11, Dina sudah tidak muntah lagi. Tetapi dia masih neg dan mau minum jeruk peras. Saya pun bergerilya dengan Fahmi ke tukang buah. Sepulang dari tukang buah, saya yang sedang drop juga tidak kuat menahan kantuk dan pusing. Saya pun pamit kepada Fahmi, Dina dan Mbaknya untuk tidur sebentar. Sementara saya tidur, Fahmi dan Dina makan bersama Mbak.

Karena sampai siang keadaan Dina relatif aman, saya pun kembali ke kantor. Sorenya, saya sampai dirumah kembali pukul setengah enam. Bersih-bersih sebentar dan bermain dengan anak-anak serta memastikan kondisi Dina baik-baik saja. Petang itu, Dina minta dibelikan palet, cat air dan kuas untuk perlengkapan besok yang harus dibawa. Saya pun keluar lagi ke toko perlengkapan sekolah dengan Fahmi. Sepulang dari beli perlengkapan, Fahmi sudah ribut minta menggambar dengan cat air. Keasyikan menemani Fahmi, saya lupa akan proyek yang sudah kami rencanakan. Berhubung waktu sudah malam, anak-anak sudah waktunya tidur. saya tidak bisa memaksakan proyek tersebut berjalan. InsyaAllah dihari ketiga nanti, berazzam kuat untuk melaksanakannya

Belajar menghafal dan memahami asmaul husna

Tantangan hari ke-8, Ahad 20 Agustus 2017

Pada awal perencanaan saya sampaikan bahwa durasi proyek evening ceria selama satu bulan dan selebihnya akan dievaluasi. Setelah seminggu berjalan, proyek evening ceria ini saya cukupkan sekian untuk dilaporkan di blog ini sebagai tantangan sepuluh hari my family my team. Hal itu dikarenakan menurut pandangan saya, proyek tersebut sudah cukup kondusif. Yang dimaksud kondusif disini adalah anak-anak dan semua pihak dalam keluarga sudah punya komitmen yang cukup tinggi terhadap pelaksanaan proyek dan dari hasil evaluasi selama ini, tingkat pencapaian proyek sudah diatas 80%. Hanya Fahmi saja yang masih harus dibiasakan untuk bisa lepas dari gadget. Walaupun laporan pelaksanaan diblog sudah berakhir, namun proyek ini akan tetap kami jalankan dalam keluarga karena kami sangat merasakan manfaatnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Untuk selanjutnya tantangan 10 hari my family my team ini akan saya lanjutkan dengan proyek baru di keluarga kami. Berawal dari beberapa waktu yang lalu ketika saya melihat video kajian yang mengingatkan tentang bagaimana kita bisa mengenal Allah kalau kita tidak tahu sifat-sifat Allah. Saya pun seakan tersadar akan kekhilafan selama ini. Alhamdulillah, disekolah Dina sudah menghafal asmaul husna tinggal menambahkan pemahamannya di rumah. Fahmi, si kecil yang berumur 3,7 tahun pun sudah ikut menyenandungkan ketika Dina menghafal dan senandungnya sering ditayangkan pada waktu itu. Untuk melengkapi pemahaman tentang asmaul husna tadi, dirumah sudah ada buku tentang asmaul husna untuk anak-anak. InsyaAllah proyek ini kami rencanakan untuk dilakukan di rumah. Gambaran proyek ini adalah kami akan menghafal asmaul husna, kemudian belajar memahami artinya dengan membacakan buku asmaul husna yang ada dirumah. Untuk menghafal, yang akan mengajari adalah Dina karena dia yang sudah hafal duluan. dan targetnya adalah bunda yang baru hafal sedikit๐Ÿ˜…. Fahmi akan diikutsertakan menghafal juga namun tidak ada target khusus.  Proyek ini telah saya bicarakan dengan Dina kemarin malam dan dia setuju. Kalau Fahmi, pasti akan mengikuti apa yang kami laksanakan. 

Pelaksanaan Perdana proyek menghafal asmaul husna pada hari ahad 20 Agustus 2017

Karena siang harinya kami sibuk dengan arisan keluarga di daerah Otista, Proyek menghafal asmaul husna yang telah kami rencanakan malam sebelumnya belum berjalan. Pagi hari sebelum berangkat, saya sibuk membantu Mbak menyiapkan makanan untuk dibawa ke arisan karena keluarga karena kami mendapat jatah lauk. Sepulang dari arisan, Dina mengeluh capek sekali. Dia hanya berbaring saja di sofa. Petang harinya setelah shalat maghrib, Dina masih mengeluh hal yang sama. Dia hanya berbaring di dekat Ayahnya yang mengaji. Sementara itu, Fahmi minta ditemani main mobil-mobilan diatas. Alhasil, saya pun lupa.hiks..hiks...





Minggu, 20 Agustus 2017

Day 7

Tantangan hari ke-7, Sabtu 19 Agustus 2017
Meskipun hari itu malam Ahad,  saya tetap berusaha mengkondisikan rumah untuk tidak menyalakan televisi dan bermain HP.  Selepas shalat maghrib,  anak-anak tidak mengaji Ummi karena besoknya hari libur. Mereka minta dispensasi.  Untuk mengisi kegiatan petang tersebut ,  mereka minta bermain petak umpet. Saya bersama dina dan fahmi hom pim pa dulu untuk menentukan siapa yang jaga.  Sebenarnya jatah saya untuk jaga,  namun Fahmi memilih dia sendiri  yang jaga.  Fahmi kemudian berhitung satu sampai dua puluh.  Saya dan Dina pun mencari tempat untuk bersembunyi.  Yang paling menyenangkan dari permainan ini adalah reaksi anak-anak yang tertawa lepas tanpa beban ketika berhasil menemukan kami yang bersembunyi.   Hal itu menjadikan hubungan kami semakin dekat. Bahasa kerennya "bonding" kami tercipta erat. Dan malam itu,  Fahmi banyak memilih menjadi pihak yang jaga karena ketika dia berhitung dan menunggu kami bersembunyi,  dia bisa bermain dengan kucing yang biasa dia kasih makan di teras rumah. Dari permainan sederhana tersebut,  kami bisa menjalin kedekatan dan keakraban serta melatih Fahmi untuk belajar berhitung. 
Selesai bermain petak umpet,  kami shalat isya dilanjutkan dengan membaca  buku.  Fahmi minta dibacain buku tentang hewan-hewan peliharaan.  Alhamdulillah di rumah tersedia board book tentang hewan-hewan tersebut. Ada kucing,  bebek,  ayam,  kambing ,  sapi, kerbau,  kelinci dan kuda. Sebetulnya Fahmi sudah hafal dengan isinya, akan tetapi dia masih suka dibacain.  Terkadang disalah satu halaman,  dia bertanya ini mengapa,  itu mengapa.  Senang mempunyai anak yang rasa penasarannya tinggi meskipun kadang saya kewalahan mencari jawaban pertanyaannya. Dina sendiri asyik bermain dengan boneka cupcakenya yang baru kami belikan pagi hari tadi.

Sabtu, 19 Agustus 2017

Day 6

Tantangan hari ke 6, jumat, 18 Agustus 2017
Saya sampai dirumah menjelang adzan maghrib berkumandang.  Dina dan Fahmi pun menyambut saya dengan gembira seperti biasanya.  Ketika teringat kalau hari itu jumat sore,  saya ajak Fahmi ke dokter gigi.   Dokternya praktik jumat sore dan Sabtu siang.  Minggu kemarin kami sudah merencanakan ke sana pada Sabtu siang.  Ternyata waktu itu dokternya tidak praktik.  Akhirnya petang itu kami berangkat ke dokter habis shalat isya.  Dina tidak kami ajak karena dia baru imunisasi MMR disekolah.  Kami takut dia kecapean dan panas.  Meskipun ditinggal,  kami yakin Dina tidak akan menonton televisi atau bermain HP.  Sejak proyek ini kami laksanakan,  banyak perubahan pada diri Dina.  Dia sudah lebih bertanggung jawab terhadap kesepakatan-kesepakatan yang kami buat.  Sementara itu,  Fahmi sangat bersemangat ke dokter gigi.  Sebelumnya kami pernah mengajaknya ke sana ketika Dina mencabut giginya yang kesundulan gigi baru dan nggak copot-copot. 
Sampai didokter gigi,  kami menunggu antrian satu orang saja.  Alhamdulillah.  Begitu giliran Fahmi,  dia  bersemangat masuk.  Dokternya cukup ramah terhadap anak kecil.  Saya sampaikan keluhan tentang Fahmi yg gerahamnya sepertinya berlubang.  Dojter kemudian menyuruh Fahmi duduk di kursi khusus tempat periksa gigi.  Fahmi menurut.  Dari rumah kami sudah memotivasi Fahmi untuk berani dan menuruti petunjuk bu Dokter.  Akan tetapi diseparuh pemeriksaan, Fahmi sempat menangis juga ketika giginya dibersihkan dan dibor untuk diberi tambalan. Saya terpaksa memeganginya.  Bersyukur proses tambal gigi menggunakan laser yang mengeluarkan warna biru.  Saya pun mencoba mengalihkan perhatiannya dengan menceritakan mobil tayo yang juga berwarna biru(dalam film kesukaannya) selagi dokter melakukan proses tambal gigi. Sebenarnya dokter masih mau mengecek hasil tambalannya apakah masih mengganjal atau tidak.  Namun Fahmi tidak mau lagi duduk dikursi periksa,  bahkan lari ngumpet dibawah meja bu dojter.  Bu dokter pun tidak memaksakan diri untuk melanjutkan prosesnya.  Semoga Fahmi tidak apa-apa dan Alhamdulillah sampai catatan ini ditulis,  Fahmi tidak mengeluhkan tambalan giginya

Jumat, 18 Agustus 2017

day 5

Tantangan hari ke-5, 17 Agustus 2017

Bagaimana proyek kami berjalan di hari ke-lima ini? Berikut narasinya.
Hari kemerdekaan ini tidak begitu dimaknai secara khusus oleh anak-anak. Dina tidak mau diikutkan perlombaan yang digelar oleh RT. Fahmi menurut saya masih terlalu kecil untuk berkompetisi dengan anak-anak sekitar. Akhirnya, seharian tersebut kami berada dirumah.
Sore hari sekitar jam lima, Dina sudah mematikan televisi. Akan tetapi, dia minta ijin untuk mandi terlambat, lagian itu kan hari libur. yach...saya pun memberi dispensasi untuknya pada hari tersebut. kurang lebih pukul setengah enam, Ayah dan Fahmi pulang dari membeli beras sambil membawa ayam sabana. langsung deh dua anak tersebut makan dahulu, padahal belum mandi. Selesai makan, Dina kemudian mandi. Ketika adzan maghrib berkumandang, dia baru selesai. Dilanjutkan dengan Fahmi yang menyusul mandi. Kegiatan kami lanjutkan dengan shalat maghrib. Karena hari libur, Dina tidak mau membaca Ummi. Saya hanya menyimak murajaahnya. Fahmi yang saya ajak membaca Ummi hanya sempat membaca tiga baris saja. Dia lebih asyik main disekeliling Ayahnya yang sedang mengaji. Lompat-lompat dari tempat tidur atas ke tempat tidur bawah dan berguling-guling di tempat tidur bawah. Saya tidak memaksanya untuk melanjutkan Ummi. Sementara Dina asyik memainkan boneka-boneka kecilnya sambil bermain cerita. 
Dari kamar Ayahnya, Fahmi keluar dan minta ditemani mainan "bunchem". Mainan dari plastik yang dapat kita kreasikan sedemikian rupa hingga menjadi bermacam-macam bentuk. Ada ular, kelelawar, bunga dan lain-lain. Untuk kreatifitas ini, saya kalah jauh dengan Dina. Untuk Fahmi, paling saya bikin ular. Kadang dia sendiri yang membuat bentuk ular yang panjang. Tidak berapa lama kemudian, Fahmi bosan dan minta ditemani mewarnai karena dia menemukan buku mobil. Saya ambilkan krayon mewarnai dan meminta dia mewarnai sendiri. Awalnya, dia tidak mau. Namun karena waktu itu saya sedang menjahit barung di baju pramuka Dina, dia mewarnai sendiri juga. Selesai mewarnai satu mobil, dia mengeluh capek sedangkan Dina sudah tidur duluan. Dan endingnya, Fahmi minta saya mewarnai mobil di bukunya. Sambil makan malam (saya belum makan dari siang), saya mewarnai mobil. Setelah memastikan saya mewarnai bukunya, Fahmi tidur sendiri di kamar.